Kebanyakan orang berfikiran bahwa untuk medapat pekerjaan yang layak hal yang penting adalah pendidikan yang tinggi. hal itu merupakan pemikiran yang keliru, dan tidak sedikit orang yang memiliki pendidikan yang tinggi tetapi hanya menjadi karyawan bawahan bahkan menjadi pengangguran.
disini saya akan berbagi informasi mengenai bagaimana bekerja sebagai orang yang berpangkat tinggi walaupun memiliki pendidikan yang rendah. mungkin teman-teman sudah bisa menalarnya, tetapi saya mencoba untuk mengulasnya.
setiap perusahaan pasti yang tercantum dalam lowongan pekerjaan adalah INTEGRITAS. coba saja teman-teman cek dari perusahaan kecil sampai perusahaan terkenal.
Oke! Integritas merupakan himpunan atau kumpulan nilai murni. dan disini saya akan menginformasikan tentang 6 pilar dari karakter atau bagian dari Integritas :
1. jujur : kejujuran adalah jalan kebenaran. perusahaan akan sangat berkualitas apabila memiliki pekerja atau pimpinan yang jujur.
2. adil : artinya dalam bertindak harus sesuai dengan tempatnya, jangan seenaknya saja.
3. peduli : perusahaan akan maju dengan member yang peduli dengan segala sesuatu yang menimpa permasalahan antar perusahaan maupun antar member.
4. arif : kearifan akan menuntun jalan kesuksesan perusahaan serta diri Kita.
5. hemat : perusahaan akan cepat naik dengan member yang memiliki sifat hemat, karena hemat pangkal kaya dan kekayaan kita bersumber dari perusahaan kita tersebut.
6. tanggung jawab : sifat bertanggung jawab hal yang wajib dimiliki setiap orang, karena tiada kehidupan mewah tanpa tanggung jawab.
6 pilar diatas harus dimiliki. dan apabila teman-teman telah mampu atau berencana melakukannya bukan hal yang mustahil kita dapat menggapai keinginan kita. dan tidak akan sulit bagi teman-teman yang memiliki impian untuk melakukan 6 pilar tersebut.
Semoga bermanfaat. terima kasih :)
SEALAMAT DATANG
Kamis, 07 Januari 2016
Minggu, 11 Oktober 2015
Fungsionalisme Psikologi
1.
Pengertian Fungsionalisme
Fungsionalisme
adalah alairan psikologi yang memandang manusia harus dipandang secara
menyeluruh. Apa yang dilakukan oleh manusia adalah sebagai aksi yang kompleks
dan merupakan manifestasi dari jiwa dan mempunyai maksud tertentu bukan hanya
disebabkan oleh sesuatu hal. Fungsionalisme memandang bahwa fikiran, proses
mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis.
2. Ciri Fungsionalisme
Ø Lebih menekankan pada fungsi mental daripada
elemen-elemen mental.
Ø Fungsi-fungsi psikologis adalah adaptasi
terhadap lingkungan sebagaimana adaptasi biologis Darwin. Kemampuan individu
untuk berubah sesuai tuntutan dalam hubungannya dengan lingkungan adalah
sesuatu yang terpenting.
Ø Fungsionalisme juga sangat memandang penting
aspek terapan atau fungsi dari psikologi itu sendiri bagi berbagai bidang dan
kelompok manusia.
Ø Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari
aktivitas fisik, maka stimulus dan respon adalah suatu kesatuan.
Ø Psikologi sangat berkaitan dengan biologi dan
merupakan cabang yang berkembang dari biologi. Maka pemahaman tentang anatomi
dan fungsi fisiologis akan sangat membantu pemahaman terhdap fungsi mental.
Ø Menerima berbagai metode dalam mempelajari
aktivitas mental manusia. Meskipun sebagian besar riset di Uni. Chicago (pusat
berkembangnya aliran fungsionalisme) menggunakan metode eksperimen, pada
dasarnya aliran fungsionalisme tidak berpegang pada satu metode inti. Metode
yang digunakan sangat tergantung dari.
3. Tokoh-tokoh
Fungsionalisme
a. John Dewey (1859-1952)
- Latar belakangnya adalah seorang guru dan
mendapat gelar PH.D dalam bidang filsafat. Ia kemudian mengajar di University
of Chicago dan ikut dalam perkembangan fungsionalisme di Chicago. Tahun 1904
pindah ke Columbia University dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya.
- Pandangan utamanya bahwa sebuah aksi
psikologis adlaah suatu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipecah ke dalam
bagian-bagian atau elemen (seperti yang dilakukan oleh strukturalisme). Maka
setiap psychological events tidak bisa dipandang sebagai konstruk-konstruk
abstrak. Akan lebih bermanfaat apabila difokuskan pada fungsi psy. Events
tersebut, yaitu dalam konteksnya sebagai adaptasi manusia. Contoh : anak yang
mengulurkan jarinya sebagai respon adanya api dan terbakar.
b. James
Rowland Angell (1867-1949)

- Berasal dari keluarga terpelajar, ayah dan
kakeknya pernah menjabat sebagai rektor dari universitas besar di AS. Ia
memperoleh gelar M.A. dari Harvard dan menjadi murid William James di sana.
Sepanjang karirnya ia tidak pernah mendapat gelar Ph.D namun memperoleh 23
gelar doktor honoris causa. Ia menjabat kepala departemen psikologi dan pernah
menjabat sebagai presiden dari APA.
- Angell adalah seorang yang kritikal terhadap
strukturalisme. Pada masa keaktifannya, aliran fungsionalisme sedang berkembang
dan berjuang untuk memperoleh tempat yang mapan dalam khasanah dunia ilmu
sehingga juga memunculkan banyak kritik terhadap aliran strukturalisme yang
sudah lebih dlu mapan. Baginya, psychological entity tidak ada yang dapat
dipisah-pisah seperti sel dalam ilmu biologi. Psychological entity adalah
sebuah kompleks yang kita kenal sebagai persepsi. Hal ini jelas tidak sejalan
dengan strukturalisme.
- Functional psychology adalah sebuah studi
tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani
antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada
totalitas dalam hubungan mind and body.
c. Harvey
A. Carr (1873-1954)
- Carr menggantikan Angell sebagai Kepala
Departemen Psikologi di Chicago setelah menerima gelar Ph.Dnya. Pada masa ini
fungsionalisme sudah menjadi aliran yang mapan dan tidak terlalu bersaing lagi
dengan strukturalisme
- Bagi Carr, aspek penting dari psikologi adalah
perilaku adaptif manusia. Ia menjelaskan berbagai fungsi mental manusia
(perception, learning, emotion dan thinking )dengan kerangka berpikir perilaku
adaptif manusia.
4. Metode-metode dalam Fungsionalisme
Aliran ini mempelajari
fungsi dan tingkah laku atau proses mental, bukan hanya mempelajari struktural.
Metode yang dipakai oleh aliran fungsionalisme dikenal sebagai metode observasi
tingkah laku dan instropeksi .
1. Metode
observasi tingkah laku terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Metode
Fisiologis
Menguraikan
tingkah laku dari sudut pandang anatomi dan ilmu faal.
Jadi, mempelajari perilaku yang dikaitkan dengan organ-organ tubuh dan sistem
sarafnya.
b. Metode
Variasi Kondisi
Tidak
semua tingkah laku manusia dapat dijelaskan dengan anatomi danfisiologi,
karena manusia mempunyai sudut psikologis. Metode variasi kondisi inilah yang
merupakan metode eksperimen dari aliran fungsionalisme.
2. Metode
Instrospeksi
Stimulus
berasal dari lingkungan secara alamiah, bisa pada banyak bagian sekaligus
sehingga jiwa menunjukkan fungsinya. Metode ini terlalu bersifat subjektif
sehingga sulit di sistematikan dan sulit dikuantitatifkan.
5. Dalam buku A BEGINNERS GUIDE TO THE
MCMI III
Millon
(1997, p. 18) posed the question, “In what domains should personality disorders be ascribed and therefore assessed?” His evolutionary theory stresses the overall multioperational construct embodied
and structural attributes across data levels (behavioral, phenomenological intrapsychic, and biophysical) that diagnostic criteria represent.
Eight functional and structural domains of the personality have been
formulated, embracing all relevant domains of the ecosystem. In developing an 8 × 14 functional/structural domain (Table 1-4) to describe
criteria of the personality disorders, Millon fully captures the essence
of each personality style and also allows for comparison and contrast
of all personality disorders across each domain.
The functional domain represents how an individual relates to
others behaviorally and interpersonally, the characteristic nature of
thought processing, and defense mechanisms used. The structural domain includes the individual’s perception of self, internalized representations of significant others, organization of the personality system, and
how the individual displays emotion. Millon (1997, p. 19) added,
“Each domain is a legitimate, but highly contextualized part of a single
integrated whole, one that is absolutely necessary if the functionalstructural integrity of the organism is to be maintained.” Millon’s expression of personality disorders across functional and structural domains (Table 1-4) provides critical points of reference for a cohesive
understanding of the clinical personality patterns and severe personality pathology.
Kamis, 01 Oktober 2015
Mengenali metode belajar dalam diri sendiri.
Dalam
diri terdapat ciri khas yang mendasari bagaimana cara yang efektif untuk mudah
memahami sebuah pelajaran. “Kenapa saya sulit untuk memahami sebuah
pembelajaran? Apa karena saya kurang pintar?” Mungkin ada sebagian yang
bertanya demikian, dan jawaban yang paling tepat adalah “karena anda salah
dalam tindakan untuk memahami pembelajaran!”
Mari
kita bahas metode tersebut. Ada 3 tipikal metode pembelajaran dalam diri, namun
tidak semua terdapat dalam diri anda.
1.
Visual
Yaitu gaya belajar dengan kemampuan
melihat. metode ini yang sangat mudah untuk anda menemukan pemahaman anda
ketika belajar, hanya dengan melihatnya anda dengan mudah dapat memahaminya.
Cara mengenalinya : apabila anda suka
membaca buku, dan dalam sekali baca anda langsung dapat memahami dari isi
bacaan itu. Dan apabila anda butuh pengulangan pembacaan maka anda bukanlah
tipikal Visual.
2.
Audiotori
Yaitu gaya belajar dengan kemampuan
mendengarkan. metode yang satu ini cara yang membutuhkan alat atau seseorang
yang memberikan materi lewat pembicaraan, dan ketika anda malas mencatat anda
cukup mendengarkan saja maka anda akan dengan mudah memahami apa maksud dari
yang dibicarakan.
Cara mengenalinya : dengarkan lah lagu baru
yang belum pernah anda dengar sebelumnya. Dan kemudian silahkan dengarkan
sambil melakukan aktivitas. Apabila anda mampu memahaminya maka anda termasuk
kedalam tipikal audiotori.
3.
Kognitif
Yaitu gaya belajar dengan kemampuan
melakukan atau langsung praktek. metode yang satu ini harus memerlukan bantuan
dari beberapa alat yang bisa anda gunakan, kognitif tidak unggul dibidang
pembelajaran tapi jauh lebih unggul dibidang pekerjaan.
Cara mengenalinya : cobalah anda
mengemudikan motor atau mobil ke jalan yang belum pernah anda lewati
sebelumnya. Apabila dalam sekali lewat anda langsung hafal maka anda termasuk
tipikal kognitif, namun apabila anda perlu lebih dari sekali maka anda tidak
memiliki tipikal kognitif.
Dari metode diatas anda bisa mencobanya,
dan tidak hanya satu tipikal yang ada pada diri anda, mungkin dua tipikal atau
bisa semuanya. Semoga bermanfaat ya dan anda dapat menemukan jawaban
pembelajaran yang mudah. Amiiin J
Terima kasih
Info lanjut dikoment aja ya :D
Rabu, 30 September 2015
karakter C #4

Kemandirian adalah
perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi hambatan atau masalah dengan sendiri.
kemandirian juga bisa diartikan sebagai seorang yang bebas memiliki tanggung jawab sendiri.
Untuk dapat mandiri seseorang membutuhkan kesempatan, dukungan, dan dorongan
dari keluarga serta lingkungan di sekitarnya. Agar dapat mencapai otonomi atas
diri sendiri. Peran keluarga serta lingkungan di sekitar dapat memperkuat untuk
setiap perilaku yang di lakukan. Hal ini dinyatakan pula oleh Robert havighurst
bahwa : “Kemandirian merupakan suatu sikap otonomi dimana seseorang secara
relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain”.
Dengan otonomi tersebut seorang anak diharapkan akan lebih bertanggung-jawab
terhadap dirinya sendiri.
Mandiri dapat dikenali dengan :
1. Kebutuhan (Need) : dari kebutuhan akan membentuk yang namanya Kompetent.
kompetent dapat dibangun oleh konsistensi.
2. Kenali Tujuan anda : tujuan sangat penting dalam sebuah kemandirian, dengan tujuan kita dapat menentukan kemana kita harus jalan. namun kita akan dihadapkan dengan banyak pilihan, dan ketika memilih Harus memikirkan resiko apa yang akan dihadapi. "Hidup adalah pilihan, ketika kita dituntut untuk memilih, dan pilihan tersebut beresiko, maka pilihlah yang terbaik dan harus siap menerima resikonya".
3. Berinovasi : menciptakan Hal yang baru, seorang dapat dikatakan mandiri ketika dia telah berubah dan melakukan hal yang baru.
Kebebasan (merdeka/independent) adalah secara umum dimasukan kedalam konsep dari filosofi politik dan mengenali kondisi dimana individu memiliki kemampuan untuk bertindak
sesuai dengan keinginannya.
dalam kebebasan ketika kita salah dalam mendefinisikannya akan berdampak kepada perilaku. berbeda dengan mandiri yang terikat dengan kebutuhan, kebebasan terikat kepada Nafsu (want) yaitu lebih kepada apa yang kita inginkan dan terkait dengan eksternal, seperti mengikuti trend.
misalnya : tahun 2015 orang-orang memburu batu cincin (akik) ketika mengetahui hal itu diri kita juga memiliki keinginan untuk ikut serta dalam trend tersebut. dan juga bisa terikat dengan ID (keinginan paling mendasar).
Selasa, 22 September 2015
Cinta Indonesia
Cinta indonesia
Sebagai bagian dari masyarakat indonesia seharusnya memiliki rasa nasionalisme dan cinta yang tinggi terhadap negara yang telah kita tempati sampai besar. Namun karena sebagian besar tingkat kepemahaman yang rendah mengenai latar indonesia maka masyarkatnya acuh dengan negeri ini, lebih mementingkan kesejahteraan pribadi dibanding dengan negaranya yang tengah terpuruk. Dengan tingkat kesatuan yang rendah pula banyak konflik yang menima bangsa ini, dari banyak nya ragam budaya ini bukanya menjadi kekayaan yang disatukan malah dijadikan konflik akibat dari perebutan mana yang terbaik. Banyak sekali konflik yang terjadi diIndonesia ini akibat kurangnya rasa persaudaraan dan kepemahaman yang sangat minim.
Demi kemajuan Indonesia tercinta ini hendaknya masyarakat tidak hanya berharap dengan pemerintah, namun harus berfikir juga apa yang harus dilakukan sebagai rakyat biasa namun dapat menyertakan diri sebagai kemajuan Indonesia, seperti :
- memberi contoh untuk kebersihan lingkungan.
- membuat media cetak berupa foster, spanduk, dll mengenai keadaan indonesia yang memerlukan masyarakat nasionalisme.
Sebagai bagian dari masyarakat indonesia seharusnya memiliki rasa nasionalisme dan cinta yang tinggi terhadap negara yang telah kita tempati sampai besar. Namun karena sebagian besar tingkat kepemahaman yang rendah mengenai latar indonesia maka masyarkatnya acuh dengan negeri ini, lebih mementingkan kesejahteraan pribadi dibanding dengan negaranya yang tengah terpuruk. Dengan tingkat kesatuan yang rendah pula banyak konflik yang menima bangsa ini, dari banyak nya ragam budaya ini bukanya menjadi kekayaan yang disatukan malah dijadikan konflik akibat dari perebutan mana yang terbaik. Banyak sekali konflik yang terjadi diIndonesia ini akibat kurangnya rasa persaudaraan dan kepemahaman yang sangat minim.
Demi kemajuan Indonesia tercinta ini hendaknya masyarakat tidak hanya berharap dengan pemerintah, namun harus berfikir juga apa yang harus dilakukan sebagai rakyat biasa namun dapat menyertakan diri sebagai kemajuan Indonesia, seperti :
- memberi contoh untuk kebersihan lingkungan.
- membuat media cetak berupa foster, spanduk, dll mengenai keadaan indonesia yang memerlukan masyarakat nasionalisme.
- melakukan seminar pembangunan bangsa.
Minggu, 20 September 2015
PANCASILA
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia,
selain sebagai dasar negara Pancasila juga sebagai ideologi negara yaitu sebagai gagasan atau ide serta cita cita negara Republik Indonesia. Dan sebagai jiwa bangsa artinya kepribadian bangsa panutan masyarakatnya.
Masyarakat indonesia umumnya hanya mengetahui bahwa pancasila sebagai panutan indonesia dan tidak mengetahui apa maksud dari isi sila yang terkandung didalamnya.
Dan berikut kandungan atau inti dari 5 sila :
- Input (Rencana) : ada di sila pertama dan kedua. Disila ini Merupakan rencana apa yang ingin dicapai oleh bangsa indonesia.
- proses (Cara) : Terdapat pada sila ke tiga dan ke empat. Disila ini merupakan bagaimana caranya untuk menggapai apa yang di inginkan oleh bangsa indonesia.
- Output (hasil) : ada di sila ke lima. disila ini merupakan apa yang akan dihasilkan dari apa yang dicita citakan masyarakat dan bangsa indonesia.
Semoga apa yang diharapkan oleh masyarakat dan bangsa indonesia ini dapat dicapai dan menjadikan indonesia menjadi negara maju dengan pengamalan kita kepada sila sila pancasila.
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia,
selain sebagai dasar negara Pancasila juga sebagai ideologi negara yaitu sebagai gagasan atau ide serta cita cita negara Republik Indonesia. Dan sebagai jiwa bangsa artinya kepribadian bangsa panutan masyarakatnya.
Masyarakat indonesia umumnya hanya mengetahui bahwa pancasila sebagai panutan indonesia dan tidak mengetahui apa maksud dari isi sila yang terkandung didalamnya.
Dan berikut kandungan atau inti dari 5 sila :
- Input (Rencana) : ada di sila pertama dan kedua. Disila ini Merupakan rencana apa yang ingin dicapai oleh bangsa indonesia.
- proses (Cara) : Terdapat pada sila ke tiga dan ke empat. Disila ini merupakan bagaimana caranya untuk menggapai apa yang di inginkan oleh bangsa indonesia.
- Output (hasil) : ada di sila ke lima. disila ini merupakan apa yang akan dihasilkan dari apa yang dicita citakan masyarakat dan bangsa indonesia.
Semoga apa yang diharapkan oleh masyarakat dan bangsa indonesia ini dapat dicapai dan menjadikan indonesia menjadi negara maju dengan pengamalan kita kepada sila sila pancasila.
Kamis, 10 September 2015
karakter C #1
Indonesia Raya
Indonesia merupakan Negara yang memiliki wilayah yang sangaat luas dengan daratan yang banyak disertai dengan pulau-pulau kecil, selain daratan yang banyak, Indonesia memiliki lautan yang luas. Indonesia dikategorikan sebagai negara terkaya di Dunia di bidang sumber daya alamnya serta kebudayaan-kebudayaannya. Namun hal ini tidak menjadikan sebagai dasar dari kemajuan bangsa, karena penduduknya tidak mampu mengolah Sumber daya alam Indonesia sendiri, sehingga Indonesia masih dikategorikan sebagai Negara yang berkembang.
Indonesia Pernah terjajah oleh Belanda selama 350 tahun dan dilanjutkan oleh Jepang selama 3,5 tahun. Namun dari semangat para pahlawan kala itu mampu memerdekakan Indonesia. tapi hal yang sangat luar biasa tersebut tidak menjadikan satu motivasi kemajuan para Pemuda Indonesia saat ini! yang lebih memprihatinkan lagi adalah sebagian besar para Pemuda tidak bisa menghargai nya dari hal yang sederhana seperti Upacara Bendera yang selalu Mereka keluhkan. Betapa lemahnya karakter para pemuda. Banyak sekali para pemuda yang kurang berfikir kritis dan memiliki jiwa nasionalisme sert patriotisme. yang padahal adanya Sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang isinya adalah sebagai berikut :
1. kami poetra
dan poetri indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air indonesia
2 2.
kami
poetra dan poetri indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa indonesia
3 3.
kami
poetra dan poetri indonesia mengjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa indonesia
Cita-cita indonesia telah tercantum dalam UUD 1945 yang didasari dengan Pancasila, namun sampai saat ini Indonesia belum meraih apa yang di cita-citakan. tapi semoga kedepannya apa yang di harapkan bisa tercapai dan memajukan negara tercinta ini, dan mendapatkan sebuah kejayaan itu tidak sesulit mempertahankannya, tapi dengan generasi Pemuda Indonesia mampu melakukannya, karena merekalah harapan bangsa.
Harapan Kami untuk Indonesia adalah bangkitnya para Pemuda dari lelapnya mimpi-mimpi, dan kita bisa tegakan keadilan, kebenaran, kesejahteraan dan kemajuan untuk Indonesia raya. menjadikan Indonesia selain kaya akan Sumber Daya Alam tapi juga bisa memanfaatkanya dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, dan berkarakter mulia. bukan hal yang tidak mungkin Indonesia akan menjadi Negara termaju didunia.
Dan yang pertama harus dilakukan Adalah memperbaiki karakter pemuda, dan mengembangkan tekhnologi pendukung yang diciptakan oleh Indonesia. karena kekurangan yang ada diIndonesia yang paling menonjol adalah karakter, dan kita harus terus berikhtiar untuk kemajuan Indonesia Raya.
Langganan:
Postingan (Atom)




